SEJARAH PEMBENTUKAN SATUAN

1

Pembentukan kesatuan atau batalyon baru didasari oleh adanya pemberontakan oleh kelompok-kelompok pemberontak. Maka sesuai dengan perintah komando atas terbentuklah batalyon baru di wilayah Sumatera bagian Barat dalam menjaga keamanan dan mempertahankan daerah dari serangan pemberontak. Adapun yang melatar belakangi pembentukan :

a.       Dengan keluarnya surat perintah Komando operasi 17 Agustus nomor : SP-262/7/158 tanggal 1 Juli 1958, maka pasukan Mayor Noermatias secara administrasi/ organik masuk pada Batalyon Infanteri “A” 17 Agustus.
  •  Pasukan Mayor Noermatias yang sejak tanggal 26 April 1958 telah melakukan tugas dan bazzeting ke daerah Pariaman yang telah dibebaskan.
  •  Penyerahan kota Pariaman dilakukan oleh Dan RTP II Brawijaya Overste Syahbirin Muchtar kepada Mayor Noermatias.
  •  Penyerangan oleh gerombolan yang berkekuatan 1 Batalyon pada tanggal 7 Juli 1958 ke kota Pariaman, tapi kota tersebut dapat dipertahankan.

b.         Sesuai dengan surat keputusan Komando Operasi 17 Agustus nomor : KDP-15/1958 yang memberikan kuasa kepada Mayor Noermatias Nrp 12472 untuk menyusun Batalyon Infanteri “A” 17 Agustus dengan dislokasi dan komposisi terdiri dari :

  •    Staf Batalyon + Kompi Markas berkedudukan di Bukittinggi.
  •    3 Kompi Senapan.

c.          Sesuai dengan Surat Perintah Komando Operasi 17 Agustus nomor : SP-732/9/1958 tanggal 29 September 1958 tentang pembentukan Batalyon Infanteri “A” sebagai berikut :

  •    Dan Yon Mayor M. Yoesoef Ali
  •    Wadan Yon Kapten M. Noer
  •    Dan Kima Kapten Taswar Akip
  •    Pasi-I Letda Syamsir Rauf
  •    Pasi-II Pelda Oesman Saat
  •    Pasi-III Pelda Syawaluddin
  •    Pasi-IV Letda Djamirusti
  •    Dan Ki-I Kapten A. Moenir/ Simarmata
  •    Dan Ki-II Kapten Mahyoeddin Alg
  •    2 Kompi Senapan lainnya menunggu kedatangan Detasemen “J” dari Jawa

d.          Dasar Perintah Komandan Komando Operasi 17 Agustus Overste Pranoto, Staf Yon menyelenggarakan pemindahan ke Padang dibawah pimpinan Kapten M. Noer serta meneruskan pembentukan Batalyon Infanteri “A”. Di Padang secara berangsur-angsur dilakukan pengisian kekurangan personel Batalyon Infanteri “A” setelah satu bulan di Padang atas perintah lisan Komandan Operasi 17 Agustus Overste Pranoto Staf Yon di pindahkan lagi ke Bukittinggi di komplek pertanian dengan tanpa biaya dan alat peralatan pembentukan Batalyon Infanteri “A” diteruskan oleh Kapten M. Noer yang selama itu mewakili Dan Yonif  “A”. Berdasarkan Surat Perintah Komando Operasi 17 Agustus nomor : SP-894/11/1958 dan Surat Perintah Komandan RTP-II / Brawijaya nomor : SP-342/11/1958 tanggal 27 Nopember 1958 melakukan timbang terima Dan Yonif “A” kepada Mayor M. Joesoef Ali.

            Pembentukan Yonif  “A” terus dilakukan dengan penambahan personel yang diberikan oleh RTP-II/Brawijaya.

e.        Sesuai Surat Perintah Komando Operasi 17 Agustus nomor : SP-133/2/1959 tanggal 10 Pebruari 1959 dilakukan timbang terima/ Penyerahan anggota Detasemen “J” dari tangan Mayor M. Joesoef Ali Nrp 12025 kepada  Mayor Katamso sebagai Dan Yonif  “A”.

f.          Setelah kompi-kompi dari Batalyon Infanteri “A” terbentuk maka dislokasi pasukan disusun sebagai berikut :

  •   Staf batalyon dan Kompi Markas berkedudukan di Bukittinggi.
  •   Kompi-I berada di Padang Panjang, Komando taktis dibawah sektor 1/447/Diponegoro.
  •   Kompi II berada di Muara Mahat, komando taktis dibawah sektor RTP-1/Tegas.
  •   Kompi III berada di Bukittinggi, komando taktis dibawah Dan RTP-II/Diponegoro.
  •   Kompi Bantuan berada di Bukittinggi, komando taktis dibawah Sektor-III/Yon-B.

g.         Pada tanggal 10 April 1959 Kasad melakukan inspeksi terhadap Staf Yonif  “A” dengan hasil yang memuaskan.

h.         Berdasarkan Surat Perintah Panglima Daerah Militer III/ 17 Agustus nomor SO-679/8/1959, jabatan Dan Yonif “A” ditimbang terimakan dari Letkol Katamso Nrp 10966 kepada Kapten M. Noer Nrp 411424.

i.          Berdasarkan Perintah Operasi nomor : PD-446/1959 tanggal 30 Nopember 1959 Yonif “A” dipindahkan untuk bertugas kedaerah Padang Pariaman kecuali Kompi IV yang masih diperbantukan di Pangkalan Koto Baru.

j.          Berdasarkan Surat Perintah Operasi Panglima Daerah Militer III/17 Agustus nomor : PD-27/1960 tanggal 28 Januari 1960, Batalyon Infanteri “A” dipindahkan ke daerah Kabupaten 50 Kota, juga dengan kepindahan ini Dan Yonif “A” yang baru dapat melakukan komando sepenuhnya terhadap kompi-kompi.

k.         Berdasarkan Surat Keputusan Panglima Daerah Militer III/17 Agustus nomor : KPTS-86/1960 tanggal 6 Oktober 1960 batalyon dirubah menjadi Batalyon Infanteri 131/BRS Kodam III/ 17 Agustus terhitung mulai tanggal 1 Juni 1960, untuk mengenang Yonif “A” maka lambang 131 dibentuk seperti huruf  “A” .